Kebakaran Tamalanrea Makassar Rusak 10 Bangunan, 37 Warga Hadapi Masa Pemulihan
CERITANEGERI,MAKASSAR — Kebakaran Tamalanrea Makassar di kawasan Jalan Politeknik Pintu 0 Universitas Hasanuddin berdampak pada 10 bangunan dan membuat 37 warga dari sembilan kepala keluarga menghadapi kebutuhan pemulihan setelah tempat tinggal maupun usaha mereka mengalami kerusakan. BPBD Kota Makassar memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga sambil melanjutkan asesmen pascakebakaran.
Kebakaran terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 04.30 WITA di RT 004/RW 009, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Api melanda kawasan yang terdiri atas rumah tinggal, rumah kos, dan bangunan usaha di sekitar Pintu 0 Unhas.
Hasil asesmen awal BPBD mencatat enam bangunan mengalami rusak berat, dua rusak sedang, dan dua lainnya rusak ringan. Bangunan yang rusak berat meliputi dua rumah, dua rumah kos, serta dua ruko yang digunakan sebagai usaha fotokopi dan penjualan hijab.
Sebanyak 37 jiwa terdampak, terdiri atas 27 orang dewasa, delapan anak-anak, satu balita, dan satu bayi. Dalam laporan awal BPBD dan pemerintah kecamatan, tidak tercatat korban luka maupun korban meninggal dunia.
Warga Butuh Terpal hingga Perlengkapan Bayi
Setelah api padam, persoalan warga bergeser dari penyelamatan menuju kebutuhan untuk menjalani hari-hari setelah kehilangan atau kerusakan tempat tinggal.
BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain terpal, family kit, perlengkapan pertolongan pertama, baby kit, pakaian, selimut, dan sarung. Keberadaan satu bayi dan satu balita dalam kelompok warga terdampak membuat kebutuhan perlengkapan anak menjadi salah satu perhatian dalam penanganan.
Sebagian warga juga mendirikan tenda sementara di sekitar lokasi setelah bangunan mereka tidak dapat langsung ditempati kembali. Kepolisian terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara setelah proses pemadaman selesai.
Pemerintah Kecamatan Tamalanrea melalui Kampung Siaga Bencana mulai menyalurkan bantuan pada hari yang sama. Camat Tamalanrea Andi Patiroi bersama Lurah Tamalanrea Indah dan pengurus KSB menyerahkan beras, mi instan, biskuit, minyak kayu putih, serta minyak kelapa kepada warga terdampak.
Andi Patiroi mengatakan bantuan awal tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan warga setelah kebakaran. Pemerintah kecamatan juga menyatakan masih berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memantau kondisi warga dan memastikan kebutuhan dasar dapat dipenuhi.
Penanganan warga setelah kebakaran menjadi bagian yang tidak kalah penting dari pemadaman. Dalam kebakaran Kandea Makassar pada 10 Agustus lalu, asesmen BPBD juga menunjukkan kebutuhan seperti terpal, pakaian, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan kelompok rentan muncul setelah api berhasil dikendalikan.
Dugaan Gangguan Listrik Belum Menjadi Kesimpulan
Informasi awal yang diterima BPBD menyebut api terlihat muncul di area belakang lemari es pada salah satu bangunan. Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar menyampaikan dugaan awal mengarah pada gangguan arus listrik.
Namun, Fadli menegaskan BPBD tetap menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran. Karena itu, korsleting listrik belum dapat ditulis sebagai penyebab definitif.
Hingga Minggu siang, 23 Agustus 2026, penelusuran CERITANEGERI belum menemukan publikasi resmi kepolisian yang menetapkan penyebab akhir kebakaran Jalan Politeknik.
Pendekatan yang sama penting diterapkan seperti pada kebakaran Nipah Park Makassar sebelumnya. Dugaan awal mengenai gangguan listrik tetap harus dibedakan dari hasil penyelidikan resmi agar informasi kepada masyarakat tidak mendahului kesimpulan pihak berwenang.
Keselamatan Instalasi Listrik Perlu Menjadi Perhatian
Meski penyebab kebakaran Tamalanrea belum dipastikan, BPBD mengimbau masyarakat memeriksa kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah sebagai langkah pencegahan.
Imbauan tersebut sejalan dengan kebijakan keselamatan ketenagalistrikan pemerintah pusat. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menekankan bahwa instalasi dan peralatan listrik perlu memenuhi standar keselamatan untuk mengurangi risiko sengatan, kerusakan instalasi, maupun kebakaran.
Kementerian ESDM pada Juli 2026 kembali memperkuat penerapan keselamatan ketenagalistrikan, termasuk penggunaan perangkat proteksi yang dapat membantu menekan risiko kecelakaan dan kebakaran akibat gangguan listrik.
Ditjen Ketenagalistrikan juga menekankan penggunaan peralatan listrik sesuai SNI dan PUIL. Standar tersebut mencakup aspek pemasangan, perlindungan instalasi, dan penggunaan perangkat pengaman pada bangunan maupun rumah tinggal.
Bagi masyarakat, langkah pencegahan dapat dimulai dengan tidak membebani satu titik listrik secara berlebihan, memperhatikan kondisi kabel dan stopkontak, serta meminta tenaga yang kompeten memeriksa instalasi apabila terdapat kerusakan atau perubahan instalasi rumah.
PLN dalam materi edukasi keselamatannya juga mengingatkan bahwa kabel yang tidak tertata serta penggunaan colokan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko sengatan maupun kebakaran.
Penanganan Melibatkan Banyak Unsur
Proses pemadaman dan penanganan di Jalan Politeknik melibatkan BPBD, Damkarmat Makassar, TNI, Polri, PLN, pemerintah lingkungan, serta unsur Universitas Hasanuddin.
Humas Unhas Ishaq Rahman mengatakan pihak kampus memastikan akses melalui Pintu 0 tetap terbuka agar kendaraan pemadam dapat bergerak menuju lokasi. Petugas keamanan kampus turut membantu membuka jalur dan mengarahkan armada untuk memperoleh pasokan air ketika dibutuhkan.
Data mengenai jumlah kendaraan pemadam berbeda dalam sejumlah laporan. BPBD menyebut tujuh armada, sedangkan laporan yang mengutip Damkarmat mencatat jumlah lebih besar apabila kendaraan pendukung dan rescue ikut dihitung. Karena perbedaan basis penghitungan tersebut, jumlah armada tidak dijadikan fokus utama berita ini.
Saat ini, perhatian utama berada pada pemenuhan kebutuhan 37 warga terdampak dan penilaian lanjutan terhadap bangunan. Bagi pemilik rumah maupun usaha yang mengalami rusak berat, proses pemulihan akan membutuhkan waktu lebih panjang dibanding proses pemadaman yang berlangsung dalam hitungan jam.
Kepastian mengenai penyebab kebakaran juga masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian. Sampai kesimpulan itu diumumkan, informasi gangguan kelistrikan tetap ditempatkan sebagai dugaan awal, sementara warga yang terdampak membutuhkan dukungan untuk kembali menata kehidupan mereka setelah kebakaran.
FAQ Kebakaran Tamalanrea Makassar
Berapa bangunan yang terdampak kebakaran Tamalanrea Makassar?
BPBD Kota Makassar mencatat 10 bangunan terdampak. Enam bangunan rusak berat, dua rusak sedang, dan dua rusak ringan.
Berapa warga yang terdampak?
Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 37 jiwa terdampak, terdiri atas orang dewasa, anak-anak, satu balita, dan satu bayi.
Apa penyebab kebakaran di Jalan Politeknik Tamalanrea?
Belum ada penyebab definitif. Informasi awal BPBD mengarah pada gangguan kelistrikan di salah satu bangunan, tetapi kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Apa kebutuhan mendesak warga?
BPBD mencatat kebutuhan berupa terpal, family kit, first aid kit, baby kit, pakaian, selimut, dan sarung. Pemerintah kecamatan juga telah menyalurkan sebagian bantuan kebutuhan pokok.
