Beranda / Berita / Kasus Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro Jaya Ungkap Identitas Awal Pelaku

Kasus Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro Jaya Ungkap Identitas Awal Pelaku

CERITANEGER, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap dua inisial terduga pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebutkan bahwa kedua terduga pelaku tersebut berinisial BHC dan MAK. “Dari data yang kami miliki, terdapat dua inisial yang sudah kami identifikasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan dari 15 saksi, jumlah pelaku diduga lebih dari empat orang. “Masih ada kemungkinan pelaku lebih dari yang sudah teridentifikasi, karena kami terus mengembangkan keterangan saksi dan barang bukti,” tambah Iman.

Polisi juga mengaitkan temuan tersebut dengan bukti yang dikumpulkan dari lokasi kejadian serta jalur yang diduga dilalui pelaku.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polda Metro Jaya membuka layanan pengaduan bagi masyarakat melalui hotline 110 dan nomor khusus.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor, agar bisa memperkuat proses penyelidikan,” kata Iman.

Selain itu, penyidik masih melakukan analisis terhadap berbagai bukti ilmiah (scientific evidence) guna mendukung proses penyidikan.

Sementara itu, Kepala Kepolisian RI, Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Ia menyebut arahan tersebut juga datang langsung dari Presiden. “Perintahnya jelas, kasus ini harus diungkap secara menyeluruh, dan saat ini tim sedang bekerja,” ujarnya.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa penyidik tengah memeriksa puluhan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, ia menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya bergantung pada rekaman tersebut. “CCTV hanya salah satu alat bantu. Kami juga mengumpulkan berbagai sumber informasi lain agar kasus ini menjadi terang,” katanya.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *