CERITANEGERI. TANA TORAJA — Akses jalan yang rusak parah kembali menyulitkan warga di Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Jenazah seorang warga bernama Kalimbuang (60) terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer karena kendaraan tidak dapat melintas.
Kalimbuang sebelumnya meninggal dunia di Rumah Sakit Tajuddin, Makassar, pada Minggu (5/4/2026). Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju kampung halamannya. Namun, perjalanan terhenti saat memasuki wilayah Puangbembe akibat kondisi jalan yang berlumpur dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Keluarga bersama warga setempat akhirnya harus memikul jenazah secara bergantian menuju rumah duka di Balattaki, Lembang Simbuang.
Salah satu keluarga almarhum, Paulus Tangipayuk, mengatakan bahwa kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Warga di wilayah tersebut sudah lama menghadapi keterbatasan akses akibat infrastruktur jalan yang rusak.
“Sudah sering terjadi. Bukan hanya jenazah, warga yang sakit juga harus ditandu kalau ingin berobat ke kota,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, medan jalan yang berlumpur dan curam membuat kendaraan, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau sejumlah wilayah di Simbuang. Hal ini kerap berdampak pada keterlambatan penanganan medis.
Ia juga mengungkapkan kejadian memilukan yang pernah dialami warga sebelumnya, di mana seorang ibu hamil terpaksa melahirkan di tengah perjalanan karena tidak sempat mencapai fasilitas kesehatan. Bayi yang dilahirkan saat itu tidak berhasil diselamatkan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Pasalnya, kondisi jalan yang tidak layak dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan, terutama dalam situasi darurat.





