JAKARTA — Pemerintah mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk arus mudik Lebaran 2026 sejak Selasa (17/3/2026). Kebijakan ini mencakup sistem ganjil-genap, contraflow, hingga one way guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Pengaturan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Korlantas Polri demi menjaga kelancaran perjalanan pemudik menuju kampung halaman.
Seorang perwakilan Korlantas dalam keterangannya menyampaikan, “Kami sudah menyiapkan berbagai skema untuk mengurai kepadatan. Masyarakat diharapkan bisa menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan panjang.”
Rekayasa lalu lintas difokuskan pada jalur utama, khususnya ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Kalikangkung Semarang yang menjadi rute favorit menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Korlantas, sistem ganjil-genap diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai Tol Kalikangkung KM 414, serta Tol Tangerang-Merak KM 31 hingga KM 98, mulai 17 Maret pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret pukul 24.00 WIB.
Selain itu, contraflow diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 hingga KM 70 pada periode tertentu untuk menambah kapasitas jalur kendaraan ke arah timur.
Sementara itu, sistem one way diterapkan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo pada waktu yang sama guna mempercepat arus kendaraan.
Dalam wawancara singkat, petugas juga menegaskan,
“Penerapan one way dan contraflow ini bersifat situasional, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.”
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang kerap terjadi saat musim mudik. Para pemudik pun diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal yang berlaku serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar tetap aman dan nyaman.





