CERITANEGERI, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan melalui perbaikan jalan Motaha–Alangga di Kabupaten Konawe Selatan. Akses sepanjang satu kilometer tersebut menjadi fokus Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) sebagai jalur strategis yang menghubungkan sentra perkebunan sawit dan distribusi komoditas pertanian.
Pengerjaan jalan itu dialokasikan melalui anggaran Rp 2,9 miliar, dan digarap sebagai bagian dari program prioritas ASR–Hugua yang dikenal dengan inisiatif Jalan Mulus Antar Wilayah (Jamaah). Ruas ini menjadi jalur penopang mobilitas warga di Kecamatan Angata dan Andoolo, sekaligus konektor penting antara Kendari, Konawe, dan Bombana.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menegaskan bahwa peningkatan jalan tersebut bukan hanya untuk memperbaiki kerusakan, tetapi juga karena fungsi strategisnya bagi pasokan pangan daerah.
“Ruas Motaha–Alangga ini berada di kawasan perkebunan sawit dan menjadi akses utama untuk distribusi hasil pertanian. Selain kondisi fisik yang harus diperbaiki, nilai strategisnya juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Pahri menjelaskan, kawasan itu telah menerima Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, sehingga perbaikan infrastruktur diprioritaskan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan membaiknya kondisi jalan, pemerintah berharap aktivitas pengangkutan hasil kebun—termasuk sawit, kakao, dan komoditas lainnya—dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Hal ini diharapkan mampu mendorong produktivitas petani dan memperkuat upaya swasembada pangan di tingkat daerah.
Program peningkatan akses Motaha–Alangga juga sejalan dengan empat agenda prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan berbasis agromaritim.
Berbagai Polemik dalam dan luar negeri hanya di ceritanegeri.id/