Beranda / Politik / PDIP Sulsel Siapkan Konferda VI, Dua Figur Menguat di Bursa Ketua

PDIP Sulsel Siapkan Konferda VI, Dua Figur Menguat di Bursa Ketua

CERITANEGERI, MAKASSAR – Partai PDIP Sulawesi Selatan bersiap melaksanakan Konferensi Daerah (Konferda) VI pada Senin, 24 November 2025, di Claro Hotel, Makassar. Agenda tersebut menjadi sorotan karena tujuh nama telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPP PDIP.

Dua di antara nama itu merupakan undangan khusus DPP, yakni mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto dan Ketua DPC PDIP Luwu Andi Admiral Kadddiraja. Sementara lima lainnya berasal dari struktur inti DPD PDIP Sulsel: Ketua petahana Andi Ridwan Wittiri (ARW), Sekretaris Rudi Pieter Goni, Bendahara Alimuddin, Ketua Bappilu Risfayanti Muin, serta Wakil Ketua Andi Ansyari Mangkona.

Dinamika menjelang Konferda mengerucut pada dua figur yang dinilai paling berpeluang memimpin PDIP Sulsel, yakni Danny Pomanto dan ARW.

Pengamat politik sekaligus Direktur Profetik Institute, Asratillah, menilai pemanggilan khusus DP oleh DPP menjadi sinyal kuat bahwa pusat melihat nilai strategis pada figur tersebut.

“Pemanggilan ini menunjukkan bahwa DPP melihat nilai strategis pada dirinya, bukan sekadar formalitas,” ujar Asratillah, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, DP memiliki modal elektoral kuat sebagai mantan Wali Kota Makassar dengan jejaring yang luas di kota ini dan daerah penyangga. Hal itu dipandang dapat menguntungkan PDIP dalam memperkuat kembali basis suaranya.

Namun, Asratillah mengingatkan adanya risiko resistensi internal karena DP dianggap belum tumbuh dari kultur struktural PDIP Sulsel. Sebagian kader disebut melihatnya sebagai figur eksternal atau “proyek DPP”.

Sementara itu, ARW dinilai memiliki modal organisasi yang solid. Menjabat dua periode, ARW disebut memiliki jaringan pengurus yang kuat di semua tingkatan.

“Menurut laporan internal PDIP, peluangnya untuk kembali menjadi Ketua DPD Sulsel sangat tinggi, bahkan dikatakan ‘nyaris pasti’ dan tinggal menunggu SK,” kata Asratillah.

DPP disebut melihat ARW sebagai opsi stabil menjelang agenda politik mendatang, meski peluangnya menjabat tiga periode juga memicu dorongan sejumlah kader yang menginginkan penyegaran kepemimpinan.

Asratillah menilai baik DP maupun ARW sama-sama menunjukkan komitmen menjaga kekompakan partai. Karena itu, potensi konflik terbuka dinilai kecil.

“Jika DPP menginginkan strategi transformasi, mereka bisa memilih Danny. Jika mereka menginginkan stabilitas dan kontinuitas, ARW adalah pilihan aman,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *