CERITANEGERI, ABU DHABI — Lando Norris resmi menorehkan sejarah dalam dunia Formula One setelah memastikan gelar juara dunia F1 2025. Pebalap McLaren itu mengunci titel juara pertamanya usai finis ketiga pada seri terakhir musim ini di Sirkuit Yas Marina, Minggu (7/12/2025) malam.
Hasil tersebut sudah cukup untuk menghentikan dominasi empat musim Max Verstappen. Norris menutup tahun dengan total 423 poin, unggul tipis dua poin dari sang rival yang mengoleksi 421 poin.
Di Abu Dhabi, Verstappen tampil tak terbendung dan keluar sebagai pemenang, sementara Oscar Piastri menempati posisi kedua. Namun kombinasi catatan akhir itu justru mengangkat Norris ke posisi teratas klasemen.
Begitu melintasi garis finis, suasana haru langsung terdengar melalui radio tim McLaren.
“Ini dia! Kamu juara dunia!” teriak sang race engineer.
Norris tak mampu menyembunyikan emosinya dan menjawab, “Terima kasih. Kalian mewujudkan mimpi masa kecil saya.”
Di podium, pebalap asal Inggris berusia 26 tahun itu tampak tak kuasa menahan tangis. Ia mengakui gelar tersebut adalah perjalanan panjang yang dipenuhi tekanan. “Saya pikir saya tidak akan menangis, tetapi ternyata saya salah,” kata Norris. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya serta para pesaingnya.
“Saya kini mengerti sedikit bagaimana rasanya berada di posisi Max. Selamat untuk Max dan Oscar. Musim ini sangat panjang dan penuh tantangan,” ucapnya.
Keberhasilan Besar Bagi McLaren
Gelar Norris melengkapi pencapaian fantastis McLaren musim ini. Tim asal Woking itu sebelumnya telah mengamankan gelar konstruktor untuk kedua kalinya secara beruntun setelah memastikan kemenangan sejak seri Singapura.
CEO McLaren, Zak Brown, menyebut perjalanan tim tahun ini sebagai salah satu musim paling menegangkan dalam sejarah mereka. “Terasa sangat intens, tetapi ini musim yang luar biasa. Lando dan Oscar tampil mengagumkan,” ujarnya.
Norris juga menjadi pebalap Inggris pertama yang kembali merebut gelar dunia sejak Lewis Hamilton pada 2020. Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar pembalap ke-13 McLaren dan mengakhiri penantian panjang sejak Hamilton terakhir kali membawa pulang titel itu pada 2008.
Bagi Norris, keberhasilan ini terasa sangat personal. Ia telah bernaung di McLaren selama hampir satu dekade, dimulai dari program pembinaan pembalap muda tim tersebut.
“Perjalanan saya bersama McLaren sangat panjang. Saya tahu musim ini tidak mudah, tapi saya ingin membuktikan loyalitas saya. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu yang besar untuk tim,” tutur Norris.
Oscar Piastri, yang sempat memimpin klasemen sebelum disalip Norris pada seri Meksiko, menutup musim di peringkat ketiga. Pebalap Australia itu tetap menjadi bagian penting dalam dominasi McLaren pada musim 2025.
Balapan Abu Dhabi tahun ini juga mencatat babak penting dalam sejarah F1, karena penentuan gelar berlangsung antara lebih dari dua pebalap—situasi yang terakhir terjadi pada 2010.