Beranda / Nasional / Ketua Komisi II DPR Soroti Keberangkatan Bupati Aceh Selatan di Tengah Bencana

Ketua Komisi II DPR Soroti Keberangkatan Bupati Aceh Selatan di Tengah Bencana

CERITANEGERI, JAKARTA — Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menilai keberangkatan Bupati Aceh Selatan, Mirwan, ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah tidak pantas dilakukan secara etika kemanusiaan. Penilaian ini muncul setelah wilayah Aceh Selatan dilanda banjir dan longsor yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

“Secara etika dan kemanusiaan, yang bersangkutan tidak pantas meninggalkan daerahnya di tengah derita warga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Rifqi, Jumat (5/12/2025).

Rifqi juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendalami apakah keberangkatan Mirwan telah memperoleh izin resmi. Ia menyebut Komisi II menerima informasi bahwa Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran larangan perjalanan ke luar negeri bagi seluruh kepala daerah dan anggota DPRD hingga Januari 2026.

“Perlu ditelisik apakah keberangkatan tersebut, meski atas nama ibadah umrah, telah mendapatkan persetujuan dari Kemendagri atau tidak,” jelasnya.

Isu keberangkatan Bupati Mirwan sebelumnya viral di media sosial, terutama karena terjadi di tengah bencana besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Pada saat yang sama, Bupati Aceh Selatan diketahui telah mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor, tertanggal 27 November 2025.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, menyatakan bahwa keberangkatan Bupati dilakukan setelah kondisi wilayah dinilai mulai stabil. Menurutnya, debit air di Bakongan Raya dan Trumon Raya telah surut sehingga penanganan dianggap terkendali.

“Keberangkatan dilakukan setelah melihat kondisi Aceh Selatan yang sudah stabil. Debit air sudah surut, dan Bupati sebelumnya telah beberapa kali turun ke lokasi terdampak,” kata Denny, Jumat (5/12/2025).

Ia membantah narasi bahwa Bupati meninggalkan masyarakat di saat bencana masih berlangsung. Denny menegaskan bahwa sebelum berangkat, Bupati Mirwan bersama istri telah meninjau sejumlah wilayah terdampak serta mengantar langsung logistik bantuan.

“Narasi bahwa Bupati meninggalkan rakyatnya ketika banjir melanda tidak tepat. Beliau sudah turun langsung menangani dan memastikan masyarakat mendapat perhatian,” tegasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *