Beranda / Politik / Golkar Sulsel di Persimpangan Kepemimpinan: Musda Tak Kunjung Digelar, Masa Jabatan Hampir Usai

Golkar Sulsel di Persimpangan Kepemimpinan: Musda Tak Kunjung Digelar, Masa Jabatan Hampir Usai

CERITANEGERI, MAKASSAR — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini belum menemui kejelasan. Padahal, Surat Keputusan (SK) pengurus DPD I Golkar Sulsel akan berakhir pada 19 November 2025.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng, mengatakan pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar terkait jadwal Musda.

“Belum ada sampai sekarang (informasi jadwal Musda). Kami hanya menunggu keputusan dari DPP,” ujar Marzuki di Makassar, Jumat (7/11/2025).

Ia mengaku tidak mengetahui alasan DPP Golkar belum juga mengeluarkan jadwal resmi. Meski demikian, pihaknya menegaskan siap melaksanakan Musda kapan pun DPP memutuskan.

“Kalau DPP bilang minggu depan Musda, kami siap. Semua keputusan ada di pusat,” tegasnya.

Marzuki juga memastikan masa bakti seluruh pengurus DPD I Golkar Sulsel, termasuk Ketua DPD I Taufan Pawe, akan berakhir bersamaan dengan habisnya SK tersebut. Namun, belum ada kepastian apakah DPP akan memperpanjang masa jabatan pengurus saat ini atau menunjuk pelaksana tugas (Plt).

“Itu sepenuhnya kewenangan DPP. Bisa diperpanjang, bisa juga di-Plt-kan. Kami hanya menunggu keputusan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, membenarkan bahwa hingga kini belum ada jadwal resmi pelaksanaan Musda. “Belum ada,” singkat Kadir melalui pesan WhatsApp.

Belum pastinya jadwal Musda membuat sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat calon ketua DPD I Golkar Sulsel. Di antaranya Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Munafri Arifuddin (Appi), Adnan Purichta Ichsan, Taufan Pawe (TP), dan Andi Ina Kartika Sari.

Kadir menegaskan, siapapun yang terpilih nantinya harus mampu mempersatukan kader dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.

“Figur yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bisa menyatukan, mengakomodir seluruh potensi partai, dan membawa Golkar kembali berjaya,” ujarnya.

Dominasi Partai Golkar di Sulsel memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar kehilangan kursi Ketua DPRD Sulsel yang selama puluhan tahun dikuasainya, kini diambil alih oleh Partai NasDem.

Kadir menilai, tantangan terbesar ketua baru nanti adalah mengembalikan kejayaan dan soliditas beringin di Sulawesi Selatan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *