Beranda / Nasional / Gempa Guncang Simeulue Saat Banjir Belum Surut, Warga Diuji Ketahanan

Gempa Guncang Simeulue Saat Banjir Belum Surut, Warga Diuji Ketahanan

CERITANEGERI, SIMEULUE — Bencana beruntun kembali menimpa warga Kabupaten Simeulue, Aceh. Di tengah upaya pemulihan akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, gempa bumi bermagnitudo menengah mengguncang kawasan itu pada Selasa (9/12/2025) pukul 14.02 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan dirasakan dengan intensitas III–IV MMI, menunjukkan getaran cukup kuat hingga membuat warga di dalam rumah merasakan sensasi seperti truk besar melintas. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa tersebut menambah beban psikologis masyarakat yang sejak beberapa hari terakhir masih berjibaku dengan banjir yang merendam sejumlah kecamatan.

Sejumlah warga mengaku berhamburan keluar rumah saat merasakan getaran kuat yang datang secara tiba-tiba. Situasi ini mempertegas kondisi kerentanan yang kini mereka hadapi: menghadapi ancaman banjir sekaligus diguncang aktivitas seismik.

“Air di beberapa titik masih tinggi, warga masih mengungsi. Lalu datang gempa yang cukup terasa. Kami benar-benar dalam keadaan tertekan,” ujar seorang relawan lokal yang membantu evakuasi warga.

Pemerintah daerah bersama BPBD kini melakukan asesmen ganda—memastikan tidak ada kerusakan baru akibat gempa, sekaligus mempercepat penanganan banjir yang sebelumnya telah merusak infrastruktur, fasilitas publik, serta memaksa ratusan keluarga bertahan di tempat pengungsian.

Para ahli menyebut situasi ini sebagai multihazard condition, yaitu kondisi ketika dua atau lebih ancaman bencana terjadi secara bersamaan sehingga meningkatkan risiko kerusakan dan menghambat proses pemulihan masyarakat. Pendekatan penanganan yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berlandaskan ilmu kebencanaan sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan warga.

BPBD Simeulue mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di wilayah pesisir dan daerah yang masih tergenang. Potensi longsor juga menjadi perhatian, mengingat kondisi tanah yang jenuh air.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga adalah prioritas utama. Di tengah keterbatasan, solidaritas dan kesiapsiagaan menjadi modal terpenting masyarakat Simeulue untuk melewati rangkaian bencana ini.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *