Beranda / Olahraga / FIFA Hukum Malaysia karena Naturalisasi Bermasalah

FIFA Hukum Malaysia karena Naturalisasi Bermasalah

CERITANEGERI, Kuala Lumpur – Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) tengah menghadapi sorotan tajam setelah FIFA menjatuhkan sanksi terkait proses naturalisasi tujuh pemain asing yang memperkuat timnas negeri jiran. FIFA menilai ada pelanggaran serius dalam pengajuan dokumen, bahkan menyebut adanya pemalsuan yang melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

FAM tidak menampik adanya kekeliruan administrasi. Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, menegaskan bahwa kesalahan itu lebih bersifat teknis saat pengajuan dokumen ke FIFA. “Kami sudah meninjau ulang seluruh proses. Ada kesalahan teknis yang terjadi, namun status kewarganegaraan para pemain sah menurut hukum Malaysia,” ujarnya.

Namun, bagi FIFA, aspek teknis bukan sekadar kelalaian. Organisasi induk sepakbola dunia itu menilai dokumen yang diajukan tidak sesuai dengan regulasi. Hal ini membuat proses naturalisasi tujuh pemain asal Amerika Latin dan Eropa dipertanyakan validitasnya.

Ketujuh nama yang kini jadi sorotan adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Mereka sebelumnya diproyeksikan untuk memperkuat Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Keputusan FIFA membuat posisi Malaysia di kancah internasional menjadi terjepit. Selain mengancam keikutsertaan para pemain tersebut, FAM juga berisiko mendapat hukuman tambahan jika banding yang diajukan tidak diterima.

FAM kini tengah mempersiapkan upaya hukum. Delegasi federasi telah dikirim ke markas FIFA di Zurich untuk mengajukan klarifikasi. Malaysia diberi waktu 10 hari untuk menyampaikan banding resmi sejak pengumuman sanksi.

“Kami menunggu dokumen resmi dari FIFA. Setelah itu, langkah banding akan difokuskan agar para pemain tetap dapat membela timnas,” tambah Noor Azman.

Kasus ini menjadi pembahasan hangat di Asia Tenggara. Malaysia dikenal agresif dalam program naturalisasi untuk memperkuat skuadnya, berbeda dengan Indonesia yang lebih ketat karena melibatkan persetujuan pemerintah dan parlemen.

Baca juga: FIFA Pastikan Erick Thohir Aman Rangkap Jabatan Menpora dan Ketua PSSI

Pakar sepakbola regional menilai masalah ini bisa memengaruhi reputasi Malaysia di mata internasional. “Naturalisasi adalah strategi yang sah, tetapi harus sesuai aturan FIFA. Jika tidak, konsekuensinya bisa berat,” ujar analis olahraga Asia, Mohd Syafiq Hassan.

Jika banding FAM diterima, para pemain tetap bisa dimainkan. Namun jika ditolak, selain kehilangan tenaga asing yang diandalkan, Malaysia juga berpotensi terkena hukuman lanjutan berupa denda atau pembatasan tampil di turnamen resmi.

Kini, publik Malaysia menunggu langkah konkret FAM. Di satu sisi, mereka berharap skuad Harimau Malaya tetap kompetitif. Namun di sisi lain, kasus ini menunjukkan bahwa ambisi besar harus diiringi tata kelola yang benar-benar sesuai regulasi internasional.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *