CERITANEGERI, MAROS – Angin puting beliung menerjang sejumlah kawasan permukiman di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Maros, pada Sabtu (15/11/2025). Peristiwa yang terjadi pada siang hari tersebut menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 18 bangunan, mencakup rumah warga hingga fasilitas umum.
Data awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros menyebutkan bahwa dampak kerusakan tersebar di Dusun Manarang, Dusun Bontokappong, serta sebagian area Dusun Bungaeja dan Samangki.
Di Dusun Bontokappong, beberapa rumah mengalami kerusakan signifikan. Rumah milik Makmur tercatat paling parah setelah seluruh bagian atapnya hilang tersapu angin. Kerusakan serupa, meski bervariasi, juga dialami rumah H. Mida, Abbas, Hj. Unga, Dahlia, Habiba, Muh. Yusuf, Marupi, dan Hasrat, mulai dari atap dapur hingga atap warung.
Sementara itu, rumah Marwah turut terdampak dengan kerusakan pada garasi dan pintu belakang, serta satu unit kendaraan roda dua yang ikut rusak.
Di Dusun Manarang, atap teras rumah H. Sore terangkat. Rumah Dg. Hindong, Muh. Amin, dan Asriani juga melaporkan kerusakan pada bagian atap dan dinding. Pada wilayah lain, seperti Dusun Bungaeja dan Samangki, dua kandang ayam milik warga dilaporkan roboh dan rusak. Selain itu, satu gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, memastikan bahwa tim telah diterjunkan untuk melakukan asesmen cepat.
“Kami sudah menerima laporan awal dari pemerintah desa dan saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan kerusakan. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi atmosfer beberapa hari ke depan diprediksi masih berpotensi memicu angin kencang maupun hujan intensitas tinggi.
BPBD dijadwalkan merilis update lanjutan setelah proses pendataan dan verifikasi lapangan selesai dilakukan.

