CERITANEGERI, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan yang menggunakan modus fake base transceiver station (BTS), yang belakangan ini telah menelan korban.
“Kami menganjurkan kepada masyarakat dan meminta masyarakat untuk terus berhati-hati karena kemarin saja dalam operasi sweeping bersama APH yaitu kepolisian, kita kan sudah mendapatkan adanya mobil yang beroperasi, jadi [modus] fake BTS ini akan meningkat mendekati [momen] lebaran,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid di sela peninjauan kualitas jaringan telekomunikasi di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3).
Modus kejahatan fake BTS dilakukan dengan mengakses frekuensi operator seluler secara ilegal, memungkinkan pelaku mengirim SMS masking yang menyerupai instansi resmi.
Korban yang lengah bisa tertipu untuk menyerahkan data kredensial melalui tautan yang diberikan, sehingga pelaku dapat menguras rekening mereka.
Polisi telah menangkap dua tersangka WNA asal China, XY dan YCX, dalam kasus yang terungkap pada Senin (24/3).
Namun, dalang di balik kejahatan ini masih diburu, dengan total kerugian mencapai Rp473 juta. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap ancaman serupa.
Komdigi terus berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Nasional serta Polri untuk memantau dan memitigasi modus fake BTS.
Meutya juga meminta operator seluler berperan dalam pemberantasan kejahatan ini. Jika terjadi gangguan atau hal mencurigakan, opsel diharapkan segera memeriksa dan memastikan frekuensi tetap aman.
Sebelumnya, kasus kejahatan fake BTS yang menargetkan pengguna layanan perbankan terungkap setelah adanya enam laporan polisi (LP) di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Dari 12 korban, total kerugian yang tercatat mencapai Rp473,3 juta.
Baca selengkapnya disini
(CNN Indonesia)