Paparan hasil pemetaan teknologi AI pascabencana Kemenekraf dan Pemko Padang soal kerusakan Jembatan Gunung Nago

Kemenekraf Gunakan Teknologi AI untuk Memetakan Pemulihan Pascabencana di Padang

CERITANEGERI,MAKASSAR — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memanfaatkan teknologi AI pascabencana untuk memetakan kerusakan infrastruktur dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Padang, Sumatra Barat, yang terdampak bencana hidrologi. Data dari pemetaan berbasis kecerdasan artifisial itu diharapkan membantu pemerintah daerah menentukan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Program tersebut diwujudkan lewat Proof of Concept (PoC) bertajuk Road Infrastructure Rehabilitation and Priority Profiling. Rapat koordinasi penerapannya digelar bersama Pemerintah Kota Padang pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah tim melakukan pemetaan lapangan sejak awal pekan.

Penerapan teknologi AI pascabencana ini dijalankan Kemenekraf melalui Direktorat Kreativitas Teknologi dan menggandeng Niriksagara, perusahaan rintisan (startup) yang menjadi salah satu pemenang Ekraf Tech Innovation 2025. Startup ini bergerak di bidang pemetaan infrastruktur berbasis AI dan geospatial intelligence.

Cara Kerja Teknologi AI Pascabencana

Co-Founder Niriksagara, Fransiscus Leonardo Siahaan, menjelaskan bahwa tim mengumpulkan dokumentasi berupa foto, video, dan citra udara drone di setiap titik pemantauan. Data itu kemudian diolah dengan teknologi AI pascabencana yang memadukan computer vision dan geospatial intelligence.

Hasil olahan tersebut menjadi gambaran kondisi lapangan bagi Pemerintah Kota Padang. “Kami juga terbuka untuk berkoordinasi dengan dinas terkait apabila diperlukan data tambahan,” ujar Fransiscus, seperti dikutip ANTARA.

Lokasi yang ditinjau meliputi jembatan dan saluran irigasi Gunung Nago, Jembatan Kalawi, Bendungan Lubuk Minturun, kawasan pertanian Batu Busuk, hingga kompleks Balai Kota dan Gedung DPRD Padang.

Dalam paparan hasil survei, tim mencatat Jembatan Gunung Nago mengalami kerusakan berat dan terputus total sehingga perlu dibangun kembali. Jaringan irigasi di kawasan tersebut juga ditemukan rusak dan memerlukan penanganan agar fungsi pengairan pulih.

Bagian dari Program Ekraf Peduli

Direktur Kreativitas Teknologi Kemenekraf, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan fasilitasi PoC ini merupakan bagian dari program Ekraf Peduli. Program itu memanfaatkan inovasi startup untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami meninjau berbagai titik, mulai dari infrastruktur, irigasi, kawasan pertanian, hingga kawasan pemerintahan,” kata Dandy dalam keterangan yang dirilis Pemerintah Kota Padang.

Menurut Dandy, tujuan utamanya adalah mendukung percepatan perbaikan infrastruktur melalui penyediaan data dan rekomendasi berbasis kecerdasan buatan. Data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah kota dalam menentukan kebijakan yang tepat.

Kemenekraf menegaskan hasil pemetaan dengan teknologi AI pascabencana ini tidak dimaksudkan menggantikan proses perencanaan maupun kewenangan pemerintah daerah. Temuan itu diposisikan sebagai informasi tambahan untuk bahan pertimbangan penanganan pascabencana di Sumatra.

Pemko Padang: Tanpa Membebani APBD

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Tommy TRD, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut pendataan kerusakan selama ini masih banyak dilakukan secara manual.

“Ini tentu membantu kita mempercepat proses pendataan yang selama ini dilakukan secara manual, sekaligus mendukung ekosistem Smart City Kota Padang tanpa membebani APBD Kota,” ujar Tommy.

Kolaborasi ini melibatkan Diskominfo dan Bappeda Kota Padang sebagai koordinator. Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian ikut mendampingi secara teknis untuk klaster infrastruktur dan lahan produktif.

“Perangkat daerah turun langsung sesuai kewenangan masing-masing agar data sebenarnya mampu menggambarkan kondisi di lapangan,” kata Tommy.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang, Raf Indria, meminta agar temuan Kemenekraf dan Niriksagara ditindaklanjuti oleh masing-masing dinas terkait.

Data untuk Prioritas Rehabilitasi

Hasil pemetaan akan dianalisis dan dibahas bersama Pemerintah Kota Padang serta pemangku kepentingan lain. Informasi itu diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan serta urutan prioritas rehabilitasi di titik-titik terdampak.

Pendekatan berbasis data ini dinilai memungkinkan anggaran dan tenaga diarahkan lebih dulu ke infrastruktur yang paling mendesak, seperti jembatan penghubung dan saluran irigasi yang menopang lahan pertanian warga.

Bagi Kemenekraf, PoC teknologi AI pascabencana di Padang juga menjadi uji nyata bahwa inovasi startup nasional bisa dipakai dalam penanganan pascabencana secara responsif dan sesuai karakter daerah. Sebelumnya, kementerian ini juga aktif menjalin kolaborasi lintas lembaga, salah satunya melalui MoU dengan Kemendag dan BSSN untuk mendorong ekonomi kreatif.

Pemanfaatan riset dan teknologi untuk kebijakan publik juga sejalan dengan dorongan pemerintah memperkuat ekosistem riset, seperti pendanaan riset sosial humaniora BRIN.

Informasi lengkap mengenai program ini dapat dibaca di laman resmi Pemerintah Kota Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *