BRIN Buka Pendanaan Riset Sosial Humaniora hingga Rp250 Juta per Tim, Sulsel Masuk Lokus Kajian
CERITANEGERI,MAKASSAR — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pendanaan riset bidang sosial dan humaniora melalui Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) Ruang Uji Pemikiran Alternatif (RUPA) Future Society 2026. Setiap tim peneliti yang lolos seleksi dapat memperoleh dana hingga Rp250 juta untuk mengkaji arah perubahan masyarakat Indonesia menuju 2045, dan Sulawesi Selatan termasuk satu dari sepuluh provinsi yang menjadi lokus kajian.
Program ini dikelola Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN melalui Pusat Riset Kependudukan. Pengusulan proposal dibuka sejak Kamis, 1 Oktober 2026, dan ditutup pada Kamis, 15 Oktober 2026, secara daring melalui portal resmi pendanaan riset dan inovasi BRIN.
Rincian program dipaparkan dalam sosialisasi daring pada Senin, 5 Oktober 2026, sebagaimana dirilis Humas BRIN. Sosialisasi lanjutan kembali digelar secara daring dari Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kepala Pusat Riset Kependudukan OR IPSH BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, yang juga Koordinator Tim RUPA Future Society, menjelaskan bahwa kajian ini ingin membaca perubahan masyarakat Indonesia secara lebih utuh.
“Kajian ini sebetulnya ingin melihat bagaimana perubahan masyarakat Indonesia menuju 2045 melalui ilmu humaniora, kemudian ilmu sosial, big data, citizen social science, dan strategic foresight,” kata Ali dalam sosialisasi pada Jumat (9/10/2026), seperti dikutip ANTARA.
Rp250 Juta untuk Delapan Bulan Riset
BRIN menyiapkan pendanaan untuk sepuluh tim terpilih. Setiap tim akan didanai hingga Rp250 juta untuk masa pelaksanaan riset selama delapan bulan, terhitung mulai November 2026 hingga pertengahan 2027.
“Setiap tim terpilih dapat didanai sampai dengan Rp250 juta untuk delapan bulan pelaksanaan,” ujar Ali.
Selain dana, BRIN juga menyediakan dukungan sarana riset. Dukungan itu mencakup tiket transportasi penerbangan, akomodasi, biaya focus group discussion (FGD) di provinsi, serta akses komputasi dan katalog data sekunder BRIN.
Setelah masa pengusulan berakhir, proposal yang masuk akan melewati seleksi administrasi dan penilaian substansi. Proposal terpilih dijadwalkan diumumkan pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Syarat Tim Pengusul
Program ini terbuka bagi tim lintas lembaga yang beranggotakan tiga hingga delapan orang. Setiap tim wajib melibatkan sedikitnya satu periset yang berafiliasi dengan OR IPSH BRIN.
Ketua tim disyaratkan berpendidikan minimal S2 dan memiliki rekam jejak riset yang relevan. Anggota tim minimal berpendidikan S1, dan seluruh anggota wajib memiliki jaminan kesehatan aktif, seperti BPJS Kesehatan.
BRIN juga mendorong susunan tim tidak hanya diisi peneliti internal. Akademisi perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga warga di wilayah kajian diharapkan ikut terlibat.
“Keterlibatan seluruh keluarga besar BRIN beserta mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan warga di seluruh daerah adalah kunci keberhasilan program ini untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutur Ali, sebagaimana dikutip dalam rilis Humas BRIN.
Sepuluh Provinsi, Empat Tema Kajian
Sepuluh provinsi yang ditetapkan sebagai lokus kajian adalah Aceh, Lampung, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
Setiap tim terpilih akan mengusung salah satu dari empat tema utama, yakni Transisi Demografi; Kualitas Penduduk; Penduduk, Lingkungan, dan Risiko Masa Depan; serta Demokrasi Masa Depan.
Masuknya Sulawesi Selatan sebagai lokus membuka ruang bagi kajian perubahan sosial di daerah ini. Sesuai ketentuan program, kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil di wilayah kajian menjadi nilai yang didorong BRIN. Di tingkat daerah, Kota Makassar sebelumnya juga tercatat meraih penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari BRIN.
Menjawab Tantangan Polikrisis
Menurut BRIN, program ini dirancang sebagai langkah antisipatif menghadapi krisis multidimensi atau polikrisis menuju Indonesia Emas 2045. Ali menilai tantangan masyarakat makin kompleks karena berbagai krisis saling terhubung, mulai dari perubahan iklim, dinamika demografi, hingga disrupsi teknologi digital.
“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada cuaca, tetapi merembet ke ketahanan pangan, kesehatan, hingga sistem perlindungan sosial. Pendekatan konvensional tidak lagi memadai, sehingga RUPA Future Society hadir untuk merancang perencanaan futuristik yang adaptif dan inovatif dalam membentuk ketahanan baru masyarakat Indonesia,” kata Ali dalam sosialisasi Senin (5/10/2026), seperti dirilis Humas BRIN.
RUPA Future Society menggabungkan empat komponen yang selama ini kerap berjalan terpisah, yaitu ilmu sosial dan humaniora, pemanfaatan big data, keterlibatan warga melalui citizen social science, serta strategic foresight. Lewat pendekatan itu, riset diarahkan tidak hanya menggambarkan kondisi masyarakat, tetapi juga mengantisipasi lintasan perubahan di masa depan.
Ali menekankan posisi warga dalam riset tersebut. “Melalui citizen social science, warga masyarakat tidak lagi sekadar menjadi objek riset, melainkan sebagai co-producer atau pencipta pengetahuan. Sementara, pemanfaatan big data tetap memerlukan analisis humaniora untuk menjelaskan konteks pengalaman manusia dan ketimpangan di baliknya,” jelasnya.
Penguatan riset sosial dan budaya juga menjadi perhatian pemerintah dalam beberapa waktu terakhir, termasuk dorongan penguatan riset dan studi kebudayaan Indonesia. Melalui RUPA Future Society, BRIN berharap hasil kajian dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan pembangunan yang inklusif, presisi, dan tangguh menghadapi ketidakpastian menuju 2045.
Informasi lengkap program, persyaratan, dan panduan penyusunan proposal dapat dipantau melalui laman resmi BRIN. (*)
Pertanyaan Seputar RUPA Future Society 2026
Berapa besar pendanaan RUPA Future Society 2026?
Setiap tim terpilih dapat didanai hingga Rp250 juta untuk masa riset delapan bulan, mulai November 2026 hingga pertengahan 2027. BRIN akan memilih sepuluh tim.
Kapan batas akhir pengajuan proposal?
Menurut rilis Humas BRIN, pengusulan dibuka 1 hingga 15 Oktober 2026 melalui pendanaan-risnov.brin.go.id. Pengumuman proposal terpilih dijadwalkan 30 Oktober 2026.
Siapa yang bisa mengajukan proposal?
Tim lintas lembaga beranggotakan 3–8 orang dengan minimal satu periset OR IPSH BRIN. Ketua minimal S2 dengan rekam jejak riset relevan, anggota minimal S1, dan semua anggota memiliki jaminan kesehatan aktif.
Apakah Sulawesi Selatan termasuk lokus kajian?
Ya. Sulawesi Selatan termasuk dalam sepuluh provinsi lokus bersama Aceh, Lampung, Jawa Timur, DIY, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
