DLH Makassar Minta Warga Lapor Lewat Kanal Lontara+ Bila Sampah Terpilah Terlewat Diangkut
CERITANEGERI, MAKASSAR — Pelaksanaan hari-hari awal regulasi pemilahan sampah di Kota Makassar masih menghadapi sejumlah dinamika di lapangan . Di samping adanya warga yang masih membuang sampah tanpa aturan, sebagian masyarakat yang sudah tertib memilah sampah mengeluhkan limbah mereka belum terangkut oleh armada kebersihan .
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa masyarakat dapat langsung melayangkan aduan melalui sistem pelaporan resmi, salah satunya via kanal digital Lontara+ maupun media sosial resmi pemerintah .
Sertakan Lokasi Detail untuk Tindak Cepat
Helmy menjelaskan bahwa penanganan aduan membutuhkan kejelasan data geografis . Setiap laporan yang masuk diminta mencantumkan titik wilayah atau kecamatan secara terperinci agar tim dapat langsung berkoordinasi dengan pemerintah wilayah setempat .
- Sistem Eskalasi: Laporan yang terverifikasi di admin kanal terpadu maupun yang terdeteksi di ruang publik digital langsung diteruskan kepada pihak kecamatan dan camat terkait untuk dieksekusi .
- Kecepatan Respon: Koordinasi lintas perangkat daerah—termasuk Kominfo dan pihak kecamatan—disiagakan agar kendala penjemputan sampah dapat diselesaikan dalam waktu singkat .
Meski proses distribusi dan armada pengangkutan masih dalam tahap evaluasi, DLH menekankan bahwa prioritas fundamental saat ini adalah membentuk kesadaran serta kebiasaan warga memilah sampah langsung dari rumah tangga .
Menurut Helmy, transformasi kebiasaan warga menjadi penentu utama efektivitas kebijakan kebersihan kota . Pemilahan sejak dari sumber memberikan dua manfaat strategis:
- Limbah Anorganik: Dapat dikumpulkan dan disalurkan kembali karena masih memiliki nilai ekonomis atau sirkular .
- Limbah Organik: Dapat diproses mandiri atau dikelola di skala komunal/kelurahan, sehingga secara signifikan mengurangi beban volume yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) .
Pemerintah Kota Makassar berharap sinergi antara kedisiplinan warga memilah sampah dan responsivitas petugas di lapangan dapat mematangkan sistem pengelolaan lingkungan hidup kota secara menyeluruh.
